140669721-portrait-of-a-woman-holding-a-pot-of-fresh-gettyimagesDetoksifikasi dan Penyembuhan Penyakit

Kalau kita bicara detox, biasanya orang pasti tanya, detox pakai apa? Apa resepnya?

Memang sudah menjadi kebiasaan, kalau sakit pertanyaannya harus makan obat apa? Seolah olah kalau yang namanya sakit harus ada pil tertentu, ramuan tertentu untuk melawan/ menetralisir suatu penyakit.

Memang benar, apa yang kita makan akan mempengaruhi kesehatan kita, ada makanan tertentu yang dapat mempercepat kesembuhan dari penyakit tertentu.

Namun ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu apa yang jangan kita makan, supaya dapat terhindar dari suatu penyakit tertentu, atau mempercepat proses pemulihan.

Saya mau ibaratkan begini: Supaya rumah kita nyaman dan bersih teratur, bukan hanya perabot apa yang harus kita pasang dirumah, tetapi juga yang tidak kalah penting adalah perabot apa yang harus dibuang, sampah-sampah/ rongsokan apa yang harus dibuang supaya rumah kita menjadi bersih dan nyaman.

Tubuh kita juga memiliki persamaan dengan ilustrasi saya tadi, semua sampah yang menumpuk dalam tubuh harus dibuang dan peralatan/ organ yang sudah rongsok harus diperbaiki supaya kita dapat memiliki tubuh yang nyaman dan sehat.

Saya ada ilustrasi lain, apa yang akan kita lakukan apabila kaki kita tertusuk paku misalnya? Untuk menghilangkan rasa sakit yang timbul, kita bisa saja makan obat penahan rasa sakit. Tentu diperlukan banyak sekali obat penahan rasa sakit supaya kaki yang tertusuk paku tadi tidak sakit, dan tentu saja obat antibiotik supaya jangan infeksi.

Tindakan kedua yang bisa kita lakukan ialah mencabut paku yang tertancap di kaki tadi supaya sakitnya hilang dan bisa sembuh..

Ilustrasi ini menggambarkan paku sebagai sumber penyebab penyakit, dan itu dapat berupa kuman, alergi oleh makanan, logam berat, racun, dan sebagainya.

Sementara obat penahan rasa sakit dan antibiotik pada tindakan pertama tadi bisa kita artikan sebagai makanan/ nutrisi yang kita makan.

Penyakit yang berat biasanya disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor, yaitu hadirnya racun-racun yang menumpuk di tubuh dan faktor kurangnya unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal dan tentu saja bisa gabungan dari keduanya.

Jadi tentu tidak realistis kalau kita berharap penyembuhan penyakit ini hanya mengandalkan satu jenis penanganan, misalnya hanya dari apa yang akan kita makan dan tidak peduli terhadap apa yang tidak boleh dimakan.

Saya mau memberikan ilustrasikan selanjutnya sebagai berikut:

Jika kaki kita tertusuk oleh tiga paku, maka kita tentu harus mencabut ketiga-tiganya paku tersebut. Kita tidak bisa hanya mencabut dua saja, lalu membiarkan sisa satu dan berharap sakitnya tinggal sepertiganya saja, lalu sakit yang sepertiga itu kita ditutupi dengan obat penahan rasa sakit. Tentu ini tidak tuntas dan bukan solusi.

Paku-paku ini kita ibaratkan sebagai faktor-faktor yang menyebabkan seseorang sakit.

Kita tidak bisa memilih hanya mau membuang dua faktor saja yang menyebabkan kita sakit. Misalnya kita memilih: kita mau menghindari gorengan saja, dan kita juga mau tidur lebih awal saja, tapi kita tidak mau membuang paku ketiga yaitu kita tidak mau meninggalkan rokok, misalnya, maka hasil akhirnya kita akan tetap tidak bisa sehat total.

Jadi kalau bicara kesehatan mau tidak mau kita akan bicara holistik dan tidak bisa hanya berharap kepada satu faktor saja

Kali ini kita akan bahas satu topik penting yaitu bagaimana kita mendukung tubuh kita untuk mengurangi bahan-bahan beracun yang menumpuk didalam tubuh, atau sering juga disebut sebagai DETOXIFIKASI.

Kita hidup didunia yang makin tidak bersahabat, keadaan lingkungan seperti pencemaran udara, air, pencemaran bahan makanan oleh berbagai zat kimia berbahaya yang sulit kita hindari dan lain sebagainya. Itu membuat kita harus makin memperhatikan serta membantu sistem detoksifikasi dalam tubuh kita untuk bekerja lebih efisien melalui pemberian nutrisi yang optimal untuk meningkatkan daya detoksifikasi oleh tubuh.

Kalau bicara Detoksifikasi, biasanya yang terbayang adalah, minum air putih/ atau jus buah, herbal atau rendam kaki dengan obat, dan lain-lain. Tapi kalau kita ingat bahwa kesehatan itu adalah holistik, maka detoxsifikasi ini bukan hanya urusan minum sesuatu saja, tapi detoksifikasi adalah satu rangkaian kegiatan/ satu paket yang akan kita lakukan untuk membantu tubuh membuang racun yang menumpuk dalam tubuh.

Kegiatan yang dilakukan dalam melakukan detoksifikasi meliputi:

  1. Menghindari diri dari racun, alergen dan zat-zat yang tidak diinginkan dan berlebihan masuk kedalam tubuh melalui makanan. – tindakan preventif.
  2. Membantu mengoptimalkan kinerja organ pembersih dalam tubuh untuk membuang sampah-sampah beracun seperti sampah sisa pencernaan, lemak jahat, logam berat, dan racun-racun lainnya. – tindakan optimalisasi.
  3. Penopang di luar makanan agar kegiatan detoksifikasi dapat berjalan secara optimal. – tindakan supportif.

Penjelasan 1. Preventif.

Bicara tentang apa yang jangan sampai masuk kedalam tubuh, ada dua hal yang penting.

Pertama ada hal-hal yang jelas yang kita ketahui tidak baik jika kita makan, seperti misalnya: Junk food, makanan yang digoreng berlebihan, alkohol dan lain-lainnya yang kita sudah pahami bahwa itu tidak baik bagi kesehatan.

Kedua adalah hal-hal yang samar-samar. Makanan yang kelihatannya baik-baik saja bagi orang lain, tapi bagi kita kalau itu termakan, akan jadi masalah besar. Dengan kata lain kita sensitif dan alergi terhadap makanan tersebut, dan inilah yang harus dihindari.

Kadang kala tidak mudah untuk mengetahui apa saja yang sensitif dan alergi bagi kita, oleh karena itu, adalah kewajiban kita masing-masing untuk mencari tahu, mencoba-coba berhenti dari suatu makanan yang sudah biasa kita makan, untuk mengetahui apakah keluhan penyakit juga berkurang/ berhenti setelah makanan itu dihentikan beberapa hari

Sebagai contoh, dalam kasus tertentu, seperti misalnya setelah mengalami diare atau makan obat antibiotik, maka keseimbangan biotik dalam pencernaan jadi terganggu (dysbiosis). Efek ini dapat berupa mual dan ingin muntah dan bisa berlangsung untuk waktu yang lama. Kadang kala walaupun telah makan probiotik untuk menyeimbangkan biotik dalam pencernaan kita, namun tetap tidak mampu mengatasi symptom ini. Lalu dengan menghindari makanan yang mengandung yeast dan karbohidrat sederhana misalnya, dalam waktu tidak terlalu lama keseimbangan biotik akan normal kembali dan symptom akan hilang.

Jadi dalam Detoksifikasi ini, kita akan menghindari segala sesuatu yang kita ketahui tidak baik bagi tubuh, dan juga semaksimal mungkin menghindari makanan-makanan yang kadang kala dapat menimbulkan efek sensitif dan alergi.

Beberapa saran sehubungan dengan ”jangan memasukkan sesuatu kedalam tubuh” yang dapat meningkatkan kemampuan detoksifikasi ialah:

  1. Jangan merokok, karena rokok merupakan penyumbang sangat besar racun-racun yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bicara merokok, termasuk perokok pasif, itu harus dihindari.
  2. Hindari alkohol. Apalagi jika dibarengi dengan kebiasaan merokok, maka risiko peyakit akan meningkat dengan dramatis. Alkohol sendiri akan sangat membebani hati sebagai organ detox yang paling utama.
  3. Hindari makan daging, termasuk ikan, terlebih daging yang dibakar, diasap, digoreng, atau dimasak terlalu matang.
  4. Hindari semua makanan yang telah diawetkan/ mengandung pengawet, pewarna tidak natural, bahan tambahan kimia.
  5. Kurangi/ hindari gula serta karbohidrat sederhana seperti terdapat pada nasi putih, roti putih, mie, gula pasir.
  6. Hindari ikan-ikan yang mengandung logam berat, terutama merkuri.
  7. cuci dengan bersih buah, sayur dan makan lainnya untuk menguragi dampak pestisida dan bahan kimia beracun lainnya.

Penjelasan 2. Optimalisasi.

Bagaimana membantu organ detoksifikasi tubuh untuk bekerja optimal?

Walaupun tubuh kita sangat ajaib dalam mengelola racun untuk dibuang, namun organ-organ ini akan kepayahan juga jika dibebani dengan pekerjaan yang terlalu berat. Demikian juga organ detoksifikasi ini dapat menjadi lemah, jika mereka tidak mendapatkan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang cukup. Nutrisi ini diantaranya ialah enzym, flavonoid/ phytokimia yang ribuan jumlahnya, demikian juga nutrisi lainnya seperti vitamin, mineral dan protein akan sangat mendukung kinerja organ detoksifikasi ini.

Secara umum makanan super yang dapat membantu fungsi detoksifikasi ini terdapat di Sayuran, buah-buahan, padi-padian, polongan,kacang-kacangan. Memang ada beberapa makanan tertentu yang jauh lebih tinggi efek detoksifikasinya bagi tubuh seperti jeruk, bawang putih dan bawang bombay, wortel, semangka, apel dan lainnya. Tapi untuk jangka panjang, kita tidak perlu pusing harus selalu hanya makan makanan yang paling super saja.

Pada saat proses detoksifikasi, sampah-sampah beracun ini diolah dan dikeluarkan dari lemak, dan dari organ-organ lainnya untuk dibuang.

Media/ truk pembuangan sampahnya ialah air. Oleh karena itu sangat disarankan untuk meminum air putih, kalau bisa air suling agar sampah-sampah ini dapat dikeluarkan dari tubuh lebih maksimal. Buah yang kaya akan air seperti misalnya semangka, juga baik sebagai media pengangkut ini.

Pada saat melakukan detoksifikasi, juga tidak disarankan makan berlebihan, karena akan lebih membebani kerja tubuh. Bahkan bagi yang gemuk, lebih baik lagi kalau kalorinya dikurangi, agar lemak yang mengikat sampah racun itu dapat dilepas.

Sehubungan dengan pembuangan sampah racun ini, timing pembuangan juga penting untuk diperhatikan, ibarat orang yang sudah mengumpulkan sampah dirumah untuk dibuang oleh tukang sampah, tapi tukang sampahnya baru datang beberapa hari kemudian, maka sampah itu akan membusuk dan jika ini terjadi dalam tubuh, racun ini akan diserap kembali.

Apa yang dapat kita lakukan ialah berusahalah untuk buang air besar secara teratur, kalau bisa sehari dua kali semasa detoksifikasi. Demikian juga harus banyak minum, supaya dapat membuang sampah melalui ginjal yang merupakan organ detok kedua terpenting.

Pintu keluar ketiga adalah pembuangan melalui kulit, jadi kulitpun harus lebih sering dibersihkan dengan mandi dan digosok yang bersih.

Olah raga adalah salah satu faktor yang sangat krusial, yaitu akan membantu racun-racun dikeluarkan oleh keringat melalui kulit. Olah raga juga memperlancar peredaran darah untuk mencapai tempat-tempat yang paling dalam untuk mengangkut sampah-sampah ini.

Selama detoksifikasi, berolah raga dengan jalan kaki cepat selama setengah jam sudah mencukupi dan ingatlah jangan berolah raga berlebihan.

Penjelasan 3. Supportif.

Meliputi faktor penopang di luar makanan.

  1. Sedapat mungkin kita harus menghindar dari paparan bahan kimia berbahaya, seperti asap rokok, obat serangga, wangi-wangian ruangan/ mobil, cream untuk kulit dan wajah yang tidak benar-benar aman, dll.
  2. Jaga sirkulasi ruangan agar selalu mendapat udara segar, tanami dengan pohon yang dapat mensirkulasi udara dengan baik.
  3. Hindari rumah dari kondisi berdebu, lembab, berjamur, termasuk pada pakaian yang kita pakai.
  4. Hati-hati dengan sinar matahari diantara jam 10 keatas hingga jam 3 sore. Sinar matahari diantara jam 10 – jam 15 sangat baik untuk mendapatkan vitamin D yang sangat penting bagi tubuh, tapi kita hanya perlu berjemur sekitar 15-30 menit diantara jam ini dan sangat tergantung warna kulit. Yang harus dihindari adalah bermain-main/ bekerja berjam-jam di terik matahari hingga kulit terbakar.

Hal-hal ini kelihatannya sepele, namun dapat memberikan impact yang cukup besar terhadap kesehatan.

Selama detoks, juga disarankan untuk banyak beristirahat, menghindari stress, dan tidur yang cukup, serta tidak lupa untuk berdoa dan bermeditasi tentang firman Tuhan.

Demikianlah prinsip-prinsip yang penting dalam melakukan detoksifikasi.

Sampai disini mungkin saudara kecewa, mengapa kami tdak menyarankan satu obat tertentu atau satu makanan tertentu yang bertindak seperti obat ajaib.

Kami tidak mau membohongi saudara dengan sesuatu yang mungkin menyenangkan telinga saudara, seolah-olah dengan satu pil ajaib, maka hal yang lain tidak perlu di perhatikan/ tidak perlu bersusah payah berpantang ini itu.

Ini juga sebagai satu petunjuk, jika ada orang yang menawarkan produk, seberapa meyakinkan sekalipun, bahwa produknya dapat menyembuhkan/ mengeluarkan racun dari tubuh, saudara sebaiknya berhat-hati.

Kadangkala, efek dari produk yang ditawarkan itu luar biasa, sepertinya setelah memakai produk tersebut, tubuh menjadi lebih sehat/ tidak sakit, tapi ingat, kita tidak mau menutupi luka akibat tertusuk paku dengan memakan obat untuk menutupi rasa sakit bukan? Kita maunya paku itu harus dicabut dari kaki, dan benar-benar sembuh, bukan menghilangkan gejalanya saja.