Kalau kita berbicara tentang osteoporosis, umumnya kita akan langsung berfikir bahwa penyebabnya adalah karena kurangnya kalsium. Tapi inilah mitos yang sering salah dalam pemikiran banyak orang, yaitu semakin banyak kadar kalsium yang dikonsumsi adalah lebih baik bagi tubuh dan menolong menghadapi osteoporosis. Padahal semua ini tidaklah benar. Mari kita pelajari bersama.

Tulang kita adalah jaringan yang hidup, karena sel, syaraf, jaringan darah dan mineral-lah yang membentuk tulang kita dan terus diperbaharui. Akan tetapi jutaan orang saat ini terdeteksi osteoporosis, sementara banyak lainnya memiliki tulang yang lemah dan memiliki resiko patah tulang yang tinggi.

Tapi kalau begitu, mengapa seseorang dapat memiliki kepadatan tulang yang lemah? Tulang kita dibentuk dari kalsium dan mineral lain yang membuatnya menjadi kuat atau padat. Dengan tulang yang padat, akan mendukung berat tubuh yang proporsional, melindungi organ dalam tubuh serta mendukung pergerakan tubuh kita. Sepanjang kehidupan kita, proses dari pembentukan tulang dan kerusakan tulang selalu terjadi.

Faktor gaya hidup seperti makanan kita, tingkat olahraga, berat badan dan penggunaan obat sangat mempengaruhi proses ini. Penelitian menunjukan bahwa faktor seperti perubahan dalam kebiasaan olahraga, asupan nutrisi, paparan sinar matahari, akan mempengaruhi jenis cedera tulang dalam masa hidup mereka.

Jadi kunci untuk melindungi diri kita dari tulang yang rapuh dan gangguan tulang lainnya, adalah untuk mengkonsumsi makanan yang tinggi nutrisi, dan tetap menjalankan kebiasaan hidup sehat, termasuk juga memperkuat tulang dengan berolahraga.

Akan tetapi solusi dari osteoporosis, bukanlah dengan mengkonsumsi asupan kalsium sebanyak-banyaknya.

Jika Anda membandingan antara kapur dan sumpit, kita akan melihat bagaimana kapur berbentuk lebih padat ketimbang sumpit yang punya lebih banyak rongga. Tapi justru sumpit lebih kuat daripada kapur.  Begitu juga dengan tulang kita, jangan kita hanya berfokus pada kepadatan tulang tapi pada kualitas tulang.

Apakah Anda pernah mendengar tentang Kalsium yang salah tempat?

Kita sering berharap kalsium yang kita konsumsi akan langsung masuk ke tulang. Akan tetapi tidak begitu yang terjadi. Karena kalsium dapat pergi dan menumpuk di tempat lain. Disaat ia menumpuk di gigi, akan membentuk karang gigi. Jika penumpukan di ginjal akan membentuk batu ginjal. Begitu juga apabila ia menumpuk di tempat yang lain.

 

 

Faktor-faktor yang Meningkatkan Resiko Osteoporosis:

  1. Menjadi seorang wanita, terutama sesudah Menopause.
    Perubahan hormon yang terjadi selama dan sesudah menopause akan berkontribusi pada turunnya kepadatan tulang, seperti pada berkurangnya tingkal estrogen, yang berfungsi untuk mendukung tulang yang kuat. Hormon estrogen juga berperang penting dalam mempertahankan kesehatan dan tulang, akan tetapi tubuh memproduksi sedikit estrogen secara alami sesudah menopause. Pengurangan ini terjadi dengan pesat umumnya pada tahun awal sesudah menopause. Itulah mengapa sangat penting memiliki tulang yang kuat saat akan memasuki proses menopause ini.
  2. Pola Diet yang buruk: Kebanyakan makanan yang diproses, serta kurangnya mengkonsumsi sayuran akan berkontribusi pada kekurangan kalsium.
  3. Kurangnya terkena paparan Sinar Matahari: Terutama bagi kita yang hidup di perkotaan, hal ini sangatlah umum terjadi. Dalam sekolah dan tempat kerja yang dikelilingi oleh tembok menyebabkan kita mendapatkan sangat sedikit paparan matahari. Padahal cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D, yang membantu memperkuat tulang adalah dengan membiarkan tubuh kita secara langsung terkena matahari, sekitar 15-20 menit setiap harinya, dimana waktu yang terbaik adalah pada pukul 9 pagi sampai 3 sore. Menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan dan menghindari matahari akan menyebabkan tubuh tidak memproduksi vitamin D yang menolong memperkuat kepadatan tulang.
  4. Pola hidup yang tidak aktif, atau kurangnya berolahraga: Olahraga, terutama dalam latihan mengangkat beban, menolong tulang untuk mempertahankan kekuatannya.
  5. Menggunakan obat kimia yang melemahkan tulang: Beberapa pengobatan berhubungan erat dengan tingkatan mineral pada tubuh, seperti kalsium, potasium dan magnesium. Pengobatan yang meningkatkan resiko osteoporosis termasuk juga pada penggunaan steroids seperti cortisone dan prednisone, pengobatan asma, thyroid serta pil KB juga penggunaan serotonin (SSRIs).
  6. Merokok & Mengkonsumsi Alkohol
  7. Obesitas: dapat berdampak pada produksi hormon yang berkontrubusi pada tulang yang rapuh.
  8. Penderita Kanker yang menjalani pengobatan Kemoterapi ataupun radiasi.
  9. Minuman Bersoda: Kebanyakan minuman ringan yang mengandung soda, mengandung fosfor dalam bentuk phosphoric acid. Selain itu minuman bersoda mengandung banyak bahan kimia lainnya yang dapat memberi dampak pada tulang.
  10. Makanan tinggi protein & susu hewani: Penelitian terakhir membuktikan bahwa orang yang meminum susu sapi justru lebih tinggi kecenderungannya untuk terkena osteoporosis. Kalsium yang berlebihan tersebut justru meningkatkan terjadinya osteoporosis.

 

Akan tetapi jangan pernah lupa bahwa tulang adalah jaringan yang hidup yang terus menerus dibentuk, maka dari itu apabila kita memberikan kondisi yang tepat, mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang baik, berjemur matahari untuk mendapatkan Vitamin D yang cukup, berolahraga, mempertahankan berat badan yang seimbang, tidak merokok juga meminum soda dan alkohol akan sangat membantu bagi tubuh kita untuk meningkatkan kekuatan tulang yang akan mencegah terjadiya osteoporosis.

 

Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu kita dalam mendapatkan kesehatan yang terbaik dan terus menjadi berkat bagi setiap orang.