74411316-woman-squeezing-spot-gettyimagesJerawat

Jerawat adalah masalah kulit yang sangat umum terjadi. Biasanya para remaja akan menghadapi masalah jerawat menjelang masa akil balik, lalu ada yang masalah jerawatannya ringan saja, mudah sembuh tanpa berbekas. Tapi tak jarang juga ada yang mengalami jerawat sampai demikian parah hingga mengakibatkan banyak bekas luka yang tidak bisa hilang. Tentu ini sangat membuat stress remaja yang mengalaminya dan tidak jarang ada yang menjadi kehilangan rasa percaya diri oleh karena luka-luka ini.

Jerawat bukan karena disebabkan oleh kulit yang terlalu kotor, melainkan karena terjadinya produksi hormon sex pria testosteron yang meningkat sehingga menstimulasi kulit memproduksi sebum atau minyak berlebihan.

Hormon testosteron ini juga menstimulasi sel batang rambut memproduksi keratin, sejenis protein untuk melindungi kulit yang keras sehingga dapat menghalangi sebum dari saluran pori-pori.

Parahnya jerawat ditentukan interaksi yang kompleks dari berbagai faktor yaitu masalah hormonal, sel yang memproduksi keratin, sebum dan bakteri. Keempat faktor ini merupakan faktor yang paling dominan terhadap seberapa parahnya jerawat. Jadi jangan berpikir bahwa dengan mencuci muka hingga bersih persoalan bisa selesai, karena masih ada faktor lainnya yang jauh lebih sulit diatasi.

Faktor lainnya adalah stress, kulit yang terlalu berminyak, pertumbuhan yeast yang berlebihan dan faktor tidak dapat dicegah yaitu genetik.

Dalam hal faktor genetik, jika kedua orang tua berjerawat, tiga dari empat anak akan memiliki jerawat dan jika hanya salah satu oarng tua yang berjerawat, maka satu dari empat anaknya mungkin akan berjerawat.

Jerawat yang paling umum adalah Acne vulgaris, biasanya terjadi pada masa puber karena pada saat itu tubuh paling banyak testosteron, tapi karena pria yang lebih tinggi produksi testosterone, maka pria juga yang lebih sering berjerawat.

Persoalan jerawat akan menghilang seiring bertambahnya usia, saat mana produksi hormon mulai lebih stabil.

Bagaimana jerawat terbentuk?

Jerawat biasanya terbentuk dekat permukaan pori-pori kulit ketika sel batang rambut memproduksi berlebihan keratin sehingga menutupi saluran pori-pori. Ada dua jenis jerawat yang mungkin terbentuk, disebut blackhead dan whitehead.

Blackhead adalah jenis komedo yang tampak seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Terjadi ketika pori-pori tidak tersumbat seluruhnya, sehingga sebum bisa terdorong ke atas permukaan kulit dan ke kelenjar minyak, lalu teroksidasi oleh udara dan berubah menjadi warna hitam/coklat. Komedo jenis ini paling sering dialami orang.

Whitehead adalah jenis komedo yang tampak seperti bintik-bintik kecil yang berwarna putih atau kuning. Komedo jenis ini terjadi ketika minyak dan bakteri terperangkap di bawah permukaan kulit karena saluran pori-pori tertutup seluruhnya lalu mengeras.

Jika pori-pori tertutup, sejenis bakteri bernama Propionibacterium acnes akan berkembang dan melepaskan enzym yang akan menyebabkan peradangan. Jerawat yang berwarna kemerahan menandakan terjadinya peradangan ini.

Jika peradangan terjadi dekat permukaan kulit, mungkin tidak akan menimbulkan bekas setelah sembuh, tapi jika terjadinya jauh di bawah kulit, mungkin dapat mengakibatkan bekas luka yang tidak bisa hilang.

Beberapa saran untuk mengatasi jerawat:

Masalah keseimbangan hormon adalah masalah yang kompleks dan memerlukan pendekatan lebih holistik dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang perlu banyak dilakukan perubahan.

  1. Harus lebih banyak makan sayuran hijau dan buah-buahan dan juga biji-bijian utuh. Selain mendapatkan nutrisi yang baik, juga kandungan serat yang sangat dibutuhkan untuk menyerap kelebihan testosterone di usus agar tidak diserap kembali ke dalam aliran darah. Jika tetap sulit mendapatkan serat dengan cukup, terpaksa harus mengkonsumsi supplement serat seperti psyllium husk, namun kerugian menggunakan bantuan supplemen serat adalah tidak mendapatkan nutrisi sebagaimana kalau mengkonsumsi makanan alami.
  2. Ada satu faktor penting yang jarang disebut adalah masalah toksemia usus. Dalam satu percobaan dilaporkan bahwa 50% pasien yang mengalami jerawat yang parah memiliki tingkat racun dalam darah yang meningkat karena racun yang diserap dari usus. Ada temuan yang menarik juga, yaitu 40% dari penderita ternyata mengalami kekurangan asam lambung, diduga kondisi ini menyebabkan flora usus yang berubah. Flora usus yang berubah diketahui mempengaruhi peradangan sistematis dan implikasi lainnya terhadap kesehatan. Sayangnya penyembuhan jerawat sering menggunakan antibiotik yang justru akan merusak flora usus dan menciptakan masalah untuk kesembuhan jerawat. Salah satu solusinya adalah pengendalian stress dan supplemen probiotik berupa kapsul Lactobacillus acidophilus untuk mengembalikan flora usus yang baik. (jangan dalam bentuk yoghurt yang mengandung susu, karena susu malah akan meningkatkan masalah jerawat.)
  3. Lebih sering makan makanan mentah seperti almond, beet dan bayam yang mengandung asam oksalat untuk membantu kulit sembuh lebih cepat.
  4. Minum sedikitnya 10 gelas air bening supaya cukup terjaga hidrasi kulit dan menjaga pori-pori terbuka.

Yang harus dihindari:

  1. Susu dan segala produk susu, termasuk keju memberikan problem yang siknifikan untuk jerawat. Dalam susu mengandung hormon termasuk prekursor DHT yang akan meningkatkan terjadinya jerawat.
  2. Hindari lemak jahat seperti trans fat (ada di susu dan produk susu), margarin, shortening, hydrogenated fat dan lemak tidak jenuh yang dipanaskan karena sangat mudah teroksidasi dan menyebabkan peradangan dan memperparah jerawat.
  3. Karbohidrat sederhana berlebihan juga sangat berhubungan dengan jerawat. Penderita jerawat umumnya mengkonsumsi makanan dengan glycemic load yang terlampau tinggi, usahakan hanya mengkonsumsi makanan yang glycemic loadnya rendah dan menengah (<20).
  4. Jangan makan gula atau makanan yang manis berlebihan, karena akan menyebabkan pankreas memproduksi lebih banyak insulin yang akan menyebabkan jerawat bertambah parah.

Vitamin & mineral bermanfaat:

  1. Makanan yang tinggi akan vitamin A dapat menurunkan produksi sebum dan kelebihan produksi keratin. Makanan yang baik adalah wortel, ubi kuning/ jingga, labu kuning, dll. Metode konvensional untuk mengatasi jerawat biasanya juga melibatkan supplemen vitamin A dosis sangat-sangat tinggi, namun tentu ini tidak boleh terlalu lama, karena dapat menyebabkan keracunan dan juga berbahaya bagi wanita hamil.
  2. Zinc (bentuk picolinate jika ada) dapat menstimulasi sistem imunitas, pembentukan protein dan penyembuhan luka, konsumsi selama 1,5-3 bulan baru akan mulai terlihat hasilnya. Dalam penelitian zinc picolinate memiliki khasiat seampuh antibiotik tetracycline untuk menyembuhkan jerawat namun tanpa efek yang tidak diinginkan dari antibiotik.
  3. Makanan yang kaya akan vitamin E (biji bunga matahari, almond, bayam, alpukat), Selenium (brazil nut), dan chromium (banyak di brokoli, jali, oat) juga sangat bermanfaat.
  4. UV B dari sinar matahari siang, jika tidak memungkinkan harus supplemen dengan vitamin D 1000-2000 IU setiap hari (untuk wanita biasanya tidak mau mukanya terjemur karena takut terjadi flek, boleh ditutup topi wajahnya, tapi anggota tubuh seperti kaki, tangan, punggung lebih terbuka. Jika kulitnya putih, jemur sekitar 15-20 menit sudah cukup).
  5. Omega 3 dari flaxseed 1-2 sendok makan giling setiap hari. Flaxseed juga memiliki fungsi sebagai anti radang.
  6. Makanan kaya antioksidan, misalnya blueberries, kunyit,dll.

Catatan tambahan:

  1. Jerawat jangan dipencet, karena dapat menyebabkan infeksi.
  2. Yodium di seafood dapat memperburuk jerawat bagi orang yang sensitif terhadap yodium, demikian juga makanan lain yang mungkin membuat alergi bagi orang tertentu, termasuk juga kosmetik yang mungkin menyebabkan alergi.
  3. Salep jerawat yang populer adalah yang mengandung Benzoyl peroxide yang berfungsi sebagai antiseptik untuk mencegah bertumbuhnya bakteri, namun kelemahannya adalah membuat kulit menjadi kering dan merah. Alternatif yang juga ampuh adalah Tea tree oil dari Australia yang tidak memiliki efek samping.