“Tidak ada makhluk hidup yang hidup untuk dirinya sendiri…
Apa yang kita konsumsi, & bagaimana kita hidup akan memberi makan microbiota kita, dan mereka akan memberi kehidupan pada tubuh kita.”

Para peneliti telah melakukan riset selama 10 tahun terakhir atau lebih, dan menunjukkan bahwa tubuh manusia bukanlah seperti gugusan pulau yang terdiri dari sel-sel atau jaringan dan organ yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Tapi lebih seperti sebuah ekosistem yang kompleks atau sebuah jaringan sosial yang mengandung triliunan bakteri dan mikroorganisme lainnya yang menghuni kulit, daerah kelamin, mulut dan terutama usus kita.

Penelitian telah membuktikan bahwa kita berbagi hidup dengan sekitar 100 triliun organisme yang terdiri dari campuran sel-sel mikroba dan gen-gen yang dikandungnya ini, yang secara kolektif dikenal sebagai Microbiome.

Microba inilah yang membantu kita melakukan fungsi mempertahankan hidup kita. Ketergantungan kita pada mikrobiome dalam diri kita telah menyebabkan banyak ahli mengamati bahwa kita benar-benar lebih dari super organisme daripada sekedar manusia.

Jika mikroba baik dalam tubuh kita kalah dengan bakteri yang jahat, makan akan muncul banyak masalah pada kesehatan, dari penyakit pencernaan, diabetes, obesitas dan peradangan.

Dan apa yang kita makan memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan usus dan mendukung meningkatkan bakteri baik dari microbiome. Para peneliti dari beberapa dekade telah menunjukan bukti bahwa ada ubungan yang sangat dekat antara microbiota, pencernaan, berat badan dan metabolisme.

Jadi artinya, kesehatan usus kita dapat berdampak pada bagaimana tubuh dapat menyerap nutrisi pada makanan. Maka dari itu sangatlah penting untuk menghindari peradangan dan mendukung kesehatan usus, mari kita lihat bagaimana cara mendapatkannya.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat mengakibatkan peradangan (Yang dapat merusak microbiome Anda):

  • Minyak goreng (yang tinggi asam lemak omega-6 yang dapat menyebabkan peradangan)

  • Produk hewani terutama yang di pasteurisasi (menyebabkan alergi)

  • Karbohidrat yang diproses (diputihkan melalui proses yang berlebihan)

  • Daging, ikan & telur

  • Pemanis buatan (ditemukan pada snack, sirup, roti, makanan ringan kemasan & kalengan, cereal, dll)

  • Lemak Trans fat / Lemak yang terhidrogenasi (Umumnya terjadi pada saat daging & lemak digoreng yang menyebabkannya memiliki tingkat karsinogen yang tinggi)

Sementara itu, ada banyak makanan alami di sekitar kita yang dapat mengobati peradangan dan menolong meningkatkan bakteri yang baik pada usus. Makanan yang anti-oksidan menolong kerusakan pada usus dan meningkatkan daya tahan tubuh sementara menjaga sel tetap sehat.

Makanan yang mengobati peradangan yang harus terdapat pada makanan Anda termasuk:

  • Sayuran segar (Tipe apapun): didalamnya terdapat phytonutrisi yang dapat menurunkan kolesterol, trigliserida dan gejala rheumatoid artritis, penyakit Alzheimer, kanker, penyakit jantung dan diabetes. Usahakan untuk mengkonsumsi variasi sayuran paling sedikit 4-5 porsi setiap hari. Beberapa sayuran yang terbaik diantaranya: sayuran persilangan (brokoli, kol, kembang kol, kangung), sayuran warna hijau gelap (sawi hijau, bayam, dll), bit, wortel, bawang, kacang polong, dll.

  • Buah-buahan yang dimakan utuh (Bukan dalam kemasan atau yang sudah diproses): Buah-buahan mengandung banyak antioksidan seperti resveratrol dan vlavonoid, yang erat kaitannya dengan pencegahan kanker dan kesehatan otak. Terutama buah seperti apel, berry, jeruk, pir, jeruk bali, atau strawberri.

  • Bawang & rempah-rempah: seperti kunyit, jahe, batang bawang, sereh, basil, oregano, dll

  • Makanan Probiotik: Disebut ‘probiotik’ karena merupakan makanan yang didalamnya terdapat organisme hidup yang memberikan kesehatan & kehidupan. Terdiri dari bakteri baik yang akan mengisi usus dan melawan bakteri jahat. Beberapa makanan probiotik diantaranya adalah acar, tahu, tempe, sayuran yang di kulturisasi, dll.

  • Lemak Nabati: terdapat dalam minyak kelapa, minyak zaitun, kacang-kacangan & biji-bijian.


Bagaimana cara kita Membangun Microbiome yang Kuat?

  1. Sebisa mungkin hindari obat antibiotik

    Anti biotik telah dikenal sebagai resep yang umum diberikan selama lebih dari 80 tahun. Walaupun dalam situasi darurat, obat antibiotik dapat digunakan, akan tetapi masalahnya adalah bahwa antibiotik tidak dapat ikut mengeliminasi bakteri yang baik sementara membersihkan tubuh dari ‘bakteri’ yang berbahaya, yang artinya dapat menurunkan fungsi daya tahan tubuh dan meningkatkan resiko infeksi, alergi dan penyakit. Sementara antibiotik dapat menyelamatkan kehidupan saat dibutuhkan, tetapi dapat juga terjadi kelebihan dosis dalam pemakaian.JIka digunakan berulang-ulang, bakteri yang jahat dapat menjadi kebal terhadap antibiotik dan membuatnya lebih sulit untuk dilawan. (1)Jadi sebelum Anda mengambil antibiotik dan memberikannya kepada anak & keluarga Anda, konsultasikan kepada dokter atau pakar kesehatan untuk mendapatkan alternatif lain dengan bahan alami tanpa perlu menggunakan antibiotik saat tidak begitu dibutuhkan.

  1. Hindari Stress & Berolahraga lebih Banyak
    Stress akan menghambat fungsi pertahanan tubuh karena tubuh akan mengalihkan energi untuk melawan infeksi dan menempatkannya ke organ yang lebih penting – inilah alasan mengapa stress kronis dapat merusak kualitas hidup Anda.Disaat kita stress, tubuh mengalihkan energi ke otak karena karena tubuh berfikir ada bahaya yang penting, akan tetapi itu membuat kita menjadi lebih mudah terserang infeksi dan mudah terserang infeksi.Stress akan menyebabkan senyawa yang memberikan daya tahan tubuh, yang dikenal dengan cytokines yang menyebabkan kerusakan dari sel yang sehat. Olahraga adalah pereda alami dari stress yang dapat menolong menurunkan peradangan, menormalkan hormon dan memperkual sistem kekebalan tubuh.


Penyakit apa yang Terhubung pada Microbiome?

Microbiome adalah sama seperti ekosistem di Bumi, yang artinya kondisinya dapat berubah, begitu juga dengan organisme yang tinggal didalamnya. Microba berinteraksi antara satu dengan yang lain di tempat dimana mereka hidup (dalam usus kita) dan perubahannya terjadi tergantung pada lingkungan dimana ia berada – artinya makanan kita, pola hidup, penggunaan pengobatan / antibiotik dan kondisi lingkungan sangat berdampak pada kesehatan usus. Dan microba ini adalah garis depan yang menentukan apakah Anda akan menghadapi berbagai penyakit atau muncul tidaknya peradangan.

Peradangan adalah akar dari kebanyakan penyakit.Penelitian membuktikan bahwa pola hidup yang sehat akan melindungi neuron otak, menyeimbangkan hormon, melawan tumor dan meningkatkan mood. Jadi pikirkan kembali, jika Anda berfikir bahwa kesehatan usus tidak memiliki dampak pada mood dan energi Anda.

Bakteri baik pada usus akan menolong dalam aktivitas neurotransmitter yang merupakan anti-depresi yang alami. Gantinya menggunakan obat anti peradangan untuk mengatasi penyakit seperti arthritis atau penyakit jantung, lebih baik kita menyembuhkan peradangan dari dalam tubuh.

Lemahnya kesehatan usus sangat berhubungan dengan berbagai macam penyakit, terutama:

  • Penyakit Auto-Immune (Seperti Arthritis, Radang Usus, dll):

    Gangguan auto-immune adalah pada saat sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sehatnya sendiri. Peradangan dan reaksi auto-immune sebagian besar berasal dari sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dan kesehatan usus yang buruk.

    Kebocoran usus dapat berkembang, yang menghasilkan bukaan kecil di lapisan usus yang terbuka, melepaskan partikel ke dalam aliran darah dan membuat kekebalan tubuh melemah.

  • Gangguan Otak / Penurunan Memori Secara Berangsur (Seperti penyakit Alzheimer, dimensia, dll.): Peradangan sangat berhubungan dengan penurunan memori otak, sementara gaya hidup sehat telah terbukti meningkatkan memori, umur panjang dan kesehatan otak yang lebih baik.

    Antara sistem syaraf pusat (otak) dengan saluran pencernaan (microbiome), ada beberapa jalur neuro-kimia dan neuro-metabolik yang saling mengirim signal, memperngaruhi ingatan, pola pikir & penalaran kita. (2

  • Kanker: Banyak penelitian menunjukan hubungan antara kesehatan usus dan perlindungan yang lebih baik dari kerusakan radikal bebas, yang menyebabkan kanker otak, payudara, kolon, pankreas, prostat dan perut.

    Mikroba akan mempengaruhi gen kita, yang artinya mereka dapat menyebabkan peradangan dan pertumbuhan tumor atau dapat meningkatkan fungsi pertahanan tubuh dan berperan sebagai penyembuhan alami dari kanker. Pola hidup sehat yang anti-peradangan juga akan menolong menurunkan efek samping dari kanker (seperti sesudah kemoterapi). (3)

  • Kelelahan dan nyeri sendi: Beberapa bakteri pada sistem pencernaan kita memberikan kontribusi pada kemunduran sendi dan jaringan. Penelitian menunjukan bahwa kondisi usus yang lebih sehat akan membantu menurunkan resiko nyeri sendiri, pembengkakan dan masalah osteoarhtitis dan sendi yang meradang.

    Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pasien dengan arhritis psoriatic (sejenis penyakit sendi akibat dari auto-immune) memiliki tingkat bakteri usus yang rendah begitu juga dengan rheumatoid arthritis.

  • Mood yang Tidak menentu (Galau, Cemas, Depresi):

    Anda pernah dengar hubungan atara ‘usus dan otak’? Beginilah cara hubungannya: makanan yang kita konsumsi akan berdampak pada microbiome dan aktivitas dari neurotransmitter (pusat pengatur tubuh & pemberi pesan yang ada di otak), sehingga akan berpengaruh pada apa yang kita rasakan, kemampuan kita menghadapi stress dan tingkatan energi Anda. (4)
    Perubahan pola diet & makanan kita dalam beberapa tahun terakhir ini – termasuk dengan adanya industri pertanian, penggunaan herbisida dan pestisida, menurunnya kadar nutrisi dalam makanan – adalah penyebab utama dari semakin meningkatnya kesehatan mental dan pikiran seperti depresi dan stress yang berkepanjangan.
    Jadi hubungan antara otak dan usu kita ini seperti jalan 2 arah: DIsaat kesehatan usus kita melemah, akan memberikan masalah pada mood, sementara itu, tingginya kadar stress akan merusak usus dan keseimbangan hormon.

  • Kesulitan dalam Belajar (ADHD, Autisme):
    Tubuh kita tehubung dalam suatu sistem dan segala sesuatu yang kita masukan ke dalamnya, akan berdampak pada kita, termasuk pada perumbuhan, pengembangan, dan juga kemampuan mental. ADHD (Attention Deficit & Hyperactivity Disorder) dan beberapa kesulitan dalam belajar sangat erat hubungannya dengan lemahnya kesehatan usus, terutama pada bayi dan anak-anak. (5)
    Faktor yang paling penting untuk membangun microbiome yang sehat adalah sejak lahir, termasuk melahirkan dengan normal, pemberian asi eksklusif, yang akan membuat usus dari bayi yang baru lahir akan mendapatkan bakteri sehat dari sang ibu.

  • Kemandulan & masalah saat kehamilan:
    Kita pertama kali memulai membangun microbiome pada saat kita lahir, dan lingkungan dimana kita berada akan terus mempengaruhi bakteri di dalam kita sepanjang kita hidup. Ini dapat menjadi berita yang baik, dapat juga merupakan berita yang buruk.
    Beberapa dari kita mungkin berada di dalam kondisi yang kurang baik sebelumnya, mungkin karena terpapar bakteri buruk atau banyak mengkonsumsi antibiotik yang juga akan ikut membunuh bakteri baik dalam tubuh, namun bukan berarti kita tidak bisa memulai untuk membangun microbiome yang sehat. Ada hal-hal yang tidak dapat kita ubah di masa lalu, tetapi ada pilihan terbaik yang bisa kita ambil saat ini seperti, menjaga pola hidup sehat selama kehamilan, kelahiran yang normal dan periode asi eksklusif akan mengembangkan daya tahan tubuh yang kuat. (6)

  • Alergi, asma & sensitivitas:
    Beberapa bakteri yang baik dapat meredakan peradangan, yang artinya akan mengurangi reaksi alergi, termasuk alergi pada makanan, asma atau infeksi pada pernafasan. (7) Ini artinya memberikan pertahanan yang lebih kuat terhadap alergi bulanan, makan dan membantu melegakan dari batuk, demam, flu dan radang tenggorokan. Pola hidup yang sehat akan mencegah kebocoran usus dan membantu menghilangkan dahak atau lendir di paru-paru dan saluran hidung, yang membuatnya lebih mudah bernafas.

 

 


 


Bagaimana cara Microbiome Usus Bekerja

Apakah Anda percaya bahwa didalam tubuh manusia ada sekitar 10x lebih banyak organisme daripada diluar tubuh, seperti pada sel tubuh manusia? Mikroba menghuni bagian dalam dan luar tubuh kita, terutama yang berada di usus, saluran pencernaan, alat kelamin daerah mulut dan hidung. 

Lalu apa yang menentukan apakah microbiome seseorang dalam keadaan baik atau tidak? Ini tergantung pada keseimbangan antara “bakteri jahat” melawan “bakteri baik.”.

Intinya, kita memerlukan jumlah bakteri yang lebih baik dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang berbahaya agar memiliki tubuh yang tetap tangguh dan bebas dari penyakit. Sayangnya karena faktor diet yang buruk, tingginya stress dan paparan racun di lingkungan – menyebabkan microbiome kita menjadi rumah bagi jutaan bakteri, jamur, ragi dan patogen. Bila kita membawa bakteri patogen lebih dari yang seharusnya, kita akan kekurangan bakteri pelindung yang kita butuhkan dan menyebabkan microbiota kita menjadi menderita.


Microbiome manusia, bukan sekedar rumah bagi bakteri. Tetapi juga rumah bagi sel manusia, virus, ragi dan jamur – namun bakteri nampaknya menjadi yang paling penting dalam pengendaliakn fungsi kekebalan dan pembengkakan. 

Sampai saat ini, peneliti telah mengidentifikasi ada lebih dari 10.000 spesies microba yang berbeda yang hidup di tubuh manusia dan masing-masing memiliki DNA dan fungsi spesifik tersendiri. Masih banyak yang harus dipelajari tentang bagaimana setiap bakteri mempengaruhi berbagai bagian tubuh dan bagaimana masing-masing dapat mempertahankan tubuh kita dari atau berkontribusi pada kondisi seperti obesitas, penyakit autoimmune, penurunan kesehatan dan peradangan.


 

Fakta Kunci Tentang Microbiome

  • Microbiota adalah organisme bakteri yang hidup didalam tubuh kita yang berjumlah triliunan. Keseluruhan komunitas dari bakteri ini disebut microbiome.

  • Usus kita adalah lokasi pusat dari microbiome, dimana kebanyakan dari bakteri itu tinggal.

  • Kesehatan usus yang buruk terkait dengan hampir semua penyakit yang ada, karena disinilah tempat dimana sistem kekebalan tubuh kita tinggal, dimana peradangan umumnya terjadi.

  • Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, makanan yang probiotik, menurunkan stress dan olahraga secara teratur akan mendukung microbiome dari tubuh kita.

Baca Selanjutnya: Si Kecil yang Penting Bagi Tubuh