Saat ini di dunia ilmu kedokteran, dikenal sebuah frase ‘biologi molekular’. Sebuah pengetahuan yang mempelajari penyebab penyakit.

Mempelajari mengapa di satu rumah tangga bisa memiliki penyakit tertentu sementara anggota keluarga lainnya tidak.

Ilmu kedokteran mempelajari lebih dalam bahkan sampai ke GEN atau DNA dalam kromosom, yang mengendalikan ciri genetika suatu makhluk hidup.

Lalu apa yang dimaksud dengan ‘Epigenetika’? Epi=diluar, Gen=warisan dari orangtua, Etik=ilmu.

Jadi epigenetika adalah ilmu yang mempelajari tentang hal lain yang menjadi pematik/penyebab penyakit diluar dari warisan orangtua.

Tahukah Anda?

Pada manusia terdapat 50-75 trilyun sel. Dengan lebih daru 220 jenis yang berbeda. Dan pada 1cm2 kulit terdapat lebih dari 100.000 sel.

Namun pada setiap sel memiliki banyak hal yang sama, sama-sama memiliki inti sel dan kromosom.

Itulah mengapa bisa dideteksi setiap sel yang ada. Ilmu ini digunakan oleh bagian kepolisian untuk menyelidiki berbagai kasus pembunuhan juga bahkan mengetahui garis keturunan seseorang saat sel kromosomnya ditelusuri.

Pada manusia akan memiliki 46 sel kromosom, dimana terdiri dari 23 sel yang diberikan dari sang ayah dan 23 pasang lagi dari sang ibu.

Panjang DNA jika digabungkan sekitar 500x jarak Bumi ke Bulan pulang pergi.

Jadi bisa kita katakan bahwa TUHAN begitu ajaib saat menciptakan manusia. Dan kita percaya seharusnya ciri genetika seseorang begitu sempurna.

Berdasarkan penelitian para ahli, baru ditemukan sekitar 30.000 gen pada manusia yang menentukan mulai dari warna rambut, warna mata, bahkan tendensi lebih mudah terserang suatu penyakit tertentu.

Itulah mengapa dokter sering bertanya penyakit apa yang orangtua kita miliki dan melalui itu akan mengetahui tendensi penyakit yang kita miliki.

Artikel ini akan membahas tentang Epigenetika. Dan pilihan-pilihan dalam hidup kita akan mempengaruhi mekanisme epigenetika dalam tubuh untuk mendapatkan penyakit yang datang.

Contohnya seperti penyakit Al-Zhaimer yang merusak syaraf otak yang dikenal dapat menyebabkan kelupaan kronis, diteliti bahwa walaupun seseorang tidak memiliki kecenderungan pada gen nya untuk memiliki penyakit Al-Zhaimer, tapi apabila seseorang sering tidak tidur dimalam hari, akan menyebabkan sel-sel tubuh kita akan memiliki kecenderungan untuk memiliki penyakit tersebut.

Sampai saat ini sesungguhnya belum ada penelitian yang dapat membuktikan gejala awal dari penyakit kanker. Karena dalam 1 miligram sel, bisa sudah terdapat ribuan sel kanker. Jadi saat sudah terdeteksi, jumlah sel kankernya sudah ribuan.

Akan tetapi berdasarkan penelitian dari bidang Epigenetika, ditemukan bahwa sesungguhnya faktor diluar tubuh kita, dari cara hidup, istirahat, apa yang kita makan, gerak badan adalah jauh lebih menentukan penyakit yang dihadapi.

Banyak penelitian yang mempelajari hal ini, salah satunya adalah pada seseorang wanita kembar yang memiliki penyakit kanker dan diabetes, dimana kembarannya yang memiliki hidup yang berbeda, pola makan yang sehat, olahraga, tidur yang cukup justru terhindar dari masalah yang sama padahal memiliki gen yang sama.

Banyak dari kita hanya melihat penyakit sebagai suatu gejala tertentu, sama seperti gunung es yang terlihat kecil di bagian permukaan. Sementara dibagian bawah, yang menjadi penyebab dari penyakit seringkali tidak ditelusuri dan ditemukan solusinya.

Maka dari itu kita tidak perlu bersedih atau kesal karena memiliki keluarga dengan riwayat penyakit yang kronis, akan tetapi biarlah hati kita tetap positif dan percaya bahwa melalui gaya hidup yang sehat, kita bisa memiliki kesehatan yang maksimal untuk dapat menjadi berkat bagi setiap orang.